Puisi#1 ~ Bintara Senja


sastrarita.co.id
Bintara Senja
Oleh: Rita Setiawati


Tuhan,
Mengapa aku terkagum padanya?
Mengapa aku berharap padanya?
Entahlah, setiap tanya yang tersirat.
Tak pernah kutahu jawabnya.

Bahkan,
Tatkala langit mencurahkan kasihnya.
Tak pernah kusangka hadirnya.
Tak pernah kunyana datangnya.
Tak bisa kuelak.
Sungguh.

Bahkan,
Ketika bintara memancarkan geloranya.
Tak bisa ku menghindar darinya.
Tak bisa ku menepis pancarnya.
Tak bisa kuelak.
Sungguh.

Bahkan,
Kini, saat sang surya tergantung di kaki cakrawala.
Belum bisa kulupa senyum indahnya.
Belum sanggup kuhapus semburat jingganya.
Dan yang terakhir,
Belum sempat kuabadikan potret pesonanya.

Ku merindu.
Sungguh,
Teruntuk kamu,
Senja di ujung harap pengagum metafora.

Comments

Popular posts from this blog

Puisi #5 ~ Begitu pun Aku