Puisi#2 ~ Tanah Terlupa
sastrarita.co.id
Tanah Terlupa
Oleh: Rita Setiawati
Sang waktu masih bersedia menyambangi
Dalam memori masih segar terbayang
Kala dirimu terkurung dalam sarang
Tak pernah terpikirkan
Kini sepasang kaki telah jauh menapak
Bersama jutaan cerita kisah diri
Tak jua pernah kupikirkan
Rambutmu semakin memutih
Menandai diri telah lama mendaki
Raguku melaju
Tatkala kulihat jiwa semakin senja
Tatkala kutahu raga semakin renta
Tetapi diri masih jua berdiri
Tak beranjak lari
Masih setia menyambut nyamannya pagi
Hingga dirinya tertelan sore hari
Masih segar terbayang
Tatkala tanah menjadi peraduan
Tatkala gemintang menjadi penopang
Dan tatkala rerumputan menjadi saksi jeritan
Bintara surya menangis
Tak sanggup menyeka peluh karenanya
Dedaunan terisak
Tak sanggup menyeka resah dalam pasrahnya
Jangan!
Kumohon jangan!
Tak sanggup kurela manusia untuk melupa
Kisah penuh peluh tergores darah
Tak sanggup kisah kan terlupa
Hingga berjuta terhapus dalam angan
Teganya mereka dengan bangga
Tak berterima kasih pada pengait kain putih
Tak bersorak meriah pada penguntai kain merah
Kembalilah!
Jangan menyerah!
Percayalah pepatah "Jasmerah"
Untuk dilupakan, tolong jangan pernah!
Di sini,
Banyak generasi perlu kucuran ASI
Agar mereka mengerti
Sebelum ia sebesar ini
Ia lahir dari rahim Ibu Pertiwi
Comments
Post a Comment